Prabowo telah menyiapkan tiga terobosan untuk menghadapi tarif impor Trump
Jakarta –
Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan tiga terobosan besar untuk menangani berbagai perubahan kebijakan global, termasuk kebijakan tarif balasan dari Amerika Serikat Predisen (AS) Donald Trump.
“Dalam menghadapi tantangan global, termasuk kebijakan tarif baru Amerika Serikat, Presiden Prabowo menunjukkan ketajaman melihat dinamika geopolitik. Dalam pemahaman -yang mendalam tentang hubungan internasional dan perdagangan global menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia,” kata Deputi untuk Diseminasi dan Media di Kantor Komunikasi Presiden (PCO) Noudhy Valdry.
Terobosan pertama, langkah paling signifikan yang diambil oleh Prabowo adalah memperluas jaringan mitra perdagangan Indonesia. Pada minggu pertama setelah diresmikan, Prabowo mengusulkan keanggotaan Indonesia di BRICS (Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan), sebuah kelompok ekonomi yang mencakup 40 persen perdagangan global.
Keanggotaan Indonesia dalam BRICS memperkuat berbagai perjanjian perdagangan multilateral. Indonesia telah menandatangani perjanjian seperti Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) dengan 10 negara ASEAN dan Australia, RRT, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru, yang mencakup 27 persen perdagangan global, serta aksesi ke organisasi CEPA.
Baca juga: RI dipukul oleh tarif impor Trump sebesar 32%, ini adalah tanggapan pemerintah
|
Selain berbagai perjanjian perdagangan multilateral, Indonesia juga memiliki perjanjian perdagangan bilateral dengan Korea, Jepang, Australia, Pakistan, Uni Emirat Arab, Iran, Chili, dan berbagai negara lain, yang semakin memperkuat daya saing Indonesia di pasar internasional.
Kedua, mempercepat hilir sumber daya alam (SDA). Sumber daya alam Indonesia yang berlimpah sering diekspor dalam bentuk bahan baku. Untuk meningkatkan nilai tambah, Prabowo memprioritaskan kebijakan hilir industri. Salah satu contoh keberhasilan kebijakan hilir adalah sektor nikel, di mana nilai ekspor nikel dan turunannya hanya mencapai US $ 3,7 miliar pada tahun 2014 melonjak menjadi US $ 34,3 miliar pada tahun 2022.
Selain itu, pada 24 Februari 2025, Prabowo meluncurkan BPI dan Antara, yang dirancang untuk mempercepat hilir sumber daya alam strategis di Indonesia. BPI dan antara Will mendanai dan mengelola proyek hilir di sektor -sektor utama seperti mineral, batubara, minyak bumi, gas alam, perkebunan, kelautan, perikanan, dan kehutanan.
Dengan langkah ini, Indonesia tidak hanya meningkatkan daya saing ekspor, tetapi juga tidak lagi tergantung pada investasi asing dan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi berdasarkan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Terobosan ketiga adalah memperkuat daya beli orang melalui program yang secara langsung menyentuh kesejahteraan rakyat. Salah satu program Prabowo yang sangat baik adalah Program Makan Nutrisi Gratis (MBG), yang menargetkan 82 juta penerima manfaat pada akhir 2025.
Baca juga: Rusia tidak dikenakan tarif impor Trump, inilah alasannya
|
Selain itu, Prabowo juga akan membentuk 80.000 koperasi Desa Merah dan Putih (KDMP) yang bertujuan untuk memperkuat ekonomi desa, membuka jutaan pekerjaan baru, dan mendorong pergantian uang di wilayah tersebut.
Upaya ini tidak hanya akan meningkatkan konsumsi domestik tetapi juga mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat ekonomi domestik. Dengan meningkatkan konsumsi rumah tangga, yang mencakup 54 persen dari PDB Indonesia, program ini akan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dengan memperkuat hubungan perdagangan internasional, mengoptimalkan potensi sumber daya alam, dan meningkatkan konsumsi domestik, Presiden Prabowo membuktikan bahwa Indonesia dapat terus tumbuh bahkan di tengah -tengah situasi global yang penuh dengan ketidakpastian,” simpul Noudhy.
(di sana/rrd)