Jakarta – Dalam lawatannya ke Poso Sulteng, PSI kembali melanjutkan safari toleransi dalam masa kampanye.
Mikhael Gorbachev selaku jubir PSI menuturkan bahwa “PKS adalah sebuah partai politik yang mengimpor ideologi Ikhwanul Muslimin dari Mesir. Banyak studi tentang gerakan ini. Pada intinya, mereka berpartisipasi dalam proses demokrasi tapi bukan karena percaya pada sistem demokrasi, tapi hanya menggunakan demokrasi sebagai alat untuk meraih kekuasaan,”
“Setelah kekuasaan diraih, maka Ikhwanul Muslimin akan membentuk pemerintahan Islam dalam kerangka interpretasi mereka sendiri,” imbuhnya.
Sedangkan Raja Juli Antoni menuturkan bahwa rakyat Indonesia harus hati-hati dengan pembonceng gelap demokrasi yang memakai demokrasi untuk mengubur demokrasi. PSI bertekad melawan PKS jika lolos ke parlemen.
“PSI yakin akan bisa membatalkan niat buruk PKS bila nanti PSI ada di Senayan, DPRD provinsi, kabupaten dan kota. Usai pemilu PSI akan mulai memperkuat basis kaderisasi di kampus-kampus negeri untuk berkompetisi melawan ideologi Ikhwan di kalangan mahasiswa,” ujarnya.
“Hehehe… Pernyataan ngawur nggak perlu ditanggapi,” ujar Jazuli.
(Ikhsan Djuhandar – www.harianindo.com)