Washington – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merespons penyelidikan yang dilakukan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) terhadap dirinya atas dugaan bekerja untuk Rusia. Melalui akun Twitter-nya @realDonaldTrump, Trump mempertanyakan sejumlah pihak yang menyudutkan dirinya atas investigasi tersebut.

Donald Trump
Sebagaimana diberitakan New York Times pada Senin (14/1/2019), FBI, mantan Direktur FBI James Comey, Hillary Clinton, Robert Mueller dan beberapa orang lainnya.
“Wow baru tahu di New York Times bahwa mantan pemimpin FBI yang korupsi, setelah hampir semuanya dipecat atau dipaksa meninggalkan lembaga karena beberapa alasan yang sangat buruk, justru membuka penyelidikan kepada saya tanpa alasan dan tanpa bukti, setelah saya memecat Lyin James Comey,” ujar Trump.
Baca juga: Iran Dikabarkan Sedang Kembangkan Bahan Bakar Nuklir
Trump melanjutkan, tak percaya jika pemecatan James Comey yang oleh Partai Republik dan Demokrat justru menimbulkan persoalan kepada dirinya. Ia juga mempertanyakan Hillary yang mengaku tidak tahu menahu, padahal ada investigasi Crooked Hillary.
Dalam pemberitaan yang dilansir NBC News, menyebut New York Times melaporkan FBI memutuskan untuk membuka penyelidikan terhadap Trump pada Jumat (11/1). Trump diselidiki setelah ia memecat Comey dari posisinya sebagai Direktur FBI pada 2017 dan mengaitkan pemberhentian tersebut dengan penyelidikan terkait Rusia. (Tita Yanuantari – www.harianindo.com)