Yogyakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno baru-baru ini menyatakan bahwa pihak pemerintah Provinsi DKI telah mengantongi sebanyak 40 Masjid yang telah terpapar paham radikalisme.
Mengetahui kabar tersebut, Ketua MPR Zulkifli Hasan merasa berang. Pria yang akrab disapa Zulhasan ini mengaku bahwa dirinya tidak setuju dengan isu tersebut.
“Tegas ya, saya tidak setuju isu tersebut, mana ada Masjid ajarkan radikalisme dan intoleransi, gak ada,” ujar Zulkifli Hasan dengan nada tinggi, saat diskusi dengan ratusan mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) peserta Semarak I’tikaf Ramadhan 1439 H, di Masjid Ulil Albab UII, Yogyakarta, Kamis (07/06/2018).
Baca juga : Wakil Ketua MPR : “Saya Dengar Ada Indikasi 30 Persen Mahasiswa Terkontaminasi Paham Radikal”
Zulhasan pun menduga isu itu merupakan bagian dari upaya membuat stigma negatif tentang Islam. Bahkan orang mengucap takbir pun dicurigai radikal.
“Orang gila yang bilang takbir radikal. Bangsa ini merdeka karena takbir, mempertahankan kemerdekaan dengan takbir,” jelasnya dengan nada geram.
Zulhasan lantas menjelaskan bahwa masjid merupakan tempat ibadah, tempat kebaikan berasal dan dikaji. Kalau memang ada oknum pihak yang melanggar hukum atau ‘gak beres’ harus ditangkap dan diproses, jangan Masjidnya yang dicap radikal.
“Yang menyebarkan isu Masjid radikal itu cuma buat gaduh saja itu. Kalau ada oknum yang gak beres tangkap saja jangan salahin Masjidnya, bikin gaduh saja,” pungkasnya.
(Muspri-www.harianindo.com)