Jakarta – Pernyataan Rocky Gerung di acara ILC kemarin yang mengatakan bahwa kitab suci adalah hal yang fiksi. Dan itu berbeda dengan fiktif hingga kini masih menimbulkan banyak komentar.
Dalam acara tersebut Ricky berkata bahwa “Fiksi adalah energi yang dihubungkan dengan telos, dan itu sifatnya fiksi. Dan itu baik. Fiksi adalah fiction, dan itu berbeda dengan fiktif,”
Dia memperjelas jika fiksi itu baik, sedangkan yang buruk adalah fiktif.
Tak hanya mengatakan hal tersebut, Dosen mata kuliah filsafat tersebut juga menjadikan Mahabharata sebagai contoh. Dalam Mahabharata dirinya menilai bahwa kisah tersebut adalah fiksi, tapi itu bukan fiktif. Rocky berargumen, fiksi itu kreatif. Sama seperti orang beragama yang terus kreatif dan ia menunggu telosnya.
“Anda berdoa, Anda masuk dalam energi fiksional bahwa dengan itu Anda akan tiba di tempat yang indah,” ujarnya menjelaskan.
Rocky menambahkan, dalam agama, fiksi adalah keyakinan. Dalam literatur, fiksi adalah energi untuk mengaktifkan imajinasi.
“Kimianya sama, dalam tubuh sama, dan jenis hormon yang diproduksi dalam tubuh sama,” ujarnya.
(Ikhsan Djuhandar – www.harianindo.com)