Medan – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menyodorkan nama Djarot Saiful Hidayat untuk pemilihan Gubernur Sumatera Utara atau pilgub Sumut 2018. Partai menganggap Djarot memiliki elektabilitas dan kemampuan memimpin setelah meninggalkan kursi Gubernur DKI Jakarta pada Oktober 2017.

Djarot Saiful Hidayat
Berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama, Djarot dikalahkan oleh Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam pilkada DKI Jakarta. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan nama Djarot mencuat saat partainya menjaring calon gubernur. Menurut dia, nama Djarot disodorkan relawan partai di Jakarta dan Sumatera Utara.
“Mereka menginginkan kader internal yang sudah teruji,” kata Hasto pada Rabu (26/12/2017).
PDIP, yang memiliki 16 kursi dari syarat minimal 20 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara, harus berkoalisi untuk mengusung Djarot. Menurut Hasto, selain mengusung Djarot, Partai Banteng mempertimbangkan Ketua PDIP Sumatera Utara Japorman Saragih dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari PDIP, Effendi Simbolon.
Baca juga: BNN Tegaskan Ada Puluhan Narkoba Baru Selama 2017
Sebelumnya, PDIP Sumatera Utara menyodorkan 11 nama untuk diusung pengurus pusat, termasuk inkumben gubernur Tengku Erry Nuradi. Bila PDIP jadi merekomendasikan Djarot, setidaknya ia akan bertarung dengan Tengku Erry dan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat TNI Letnan Jenderal Edy Rahmayadi.
Erry diusung Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa, serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia. Adapun Edy telah mengantongi rekomendasi dari Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional. (Tita Yanuantari – www.harianindo.com)