Jakarta – Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, telah memperoleh pemenangnya. Berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) berbagai lembaga survei, Pasangan Anies Baswedan- Sandiaga Uno dinyatakan sebagai pemenang. Kemenangan mereka disambut antusias oleh masyarakat dan meminta pasangan tersebut agar segera merealisasikan program yang dijanjikannya selama masa kampanye, salah satunya adalah uang muka atau down payment (DP) 0 Persen.

Ilustrasi
Program rumah dengan DP 0 Persen tersebut adalah salah satu program unggulan yang bakal dicanangkan oleh Anies-Sandi di sektor perumahan yang memungkinkan masyarakat Jakarta bisa memiliki rumah tanpa DP. Dalam praktiknya nanti, Anies menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menalangi pembayaran DP tersebut.
Pihak pemerintah akan menalangi DP sebesar Rp 52,5 juta untuk rusun dengan harga maksimal Rp 350 juta. Angka tersebut mengacu kepada aturan Bank Indonesia (BI) bahwa DP untuk rumah pertama sebesar 15 persen. Dalam situs jakartamajubersama.com turut dijelaskan penerima manfaat program DP 0 Persen, yakni warga DKI Jakarta kelas dengan penghasilan maksimal Rp 7 juta per bulan dan belum memiliki rumah atau properti sendiri.
“Bila lolos penilaian, konsumen mencicil sebesar Rp 2,3 juta, selama 20 tahun dengan asumsi bunga bank 5 persen untuk rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau subsidi,” sebut situs jakartamajubersama.com.
Terkait dengan program tersebut, dibuatlah sebuah simulasi. Simulasai tersebut melakukan penghitungan sendiri dengan masih menggunakan metode KPR/KPA BTN. Untuk properti atau rusun dengan harga Rp 350 juta dan DP 15 persen maka plafon pinjaman yang disetujui adalah Rp 297,5 juta.
Baca Juga : MUI Secara Tegas Menolak Kehadiran HTI
Dengan asumsi suku bunga 8,75 persen setahun pertama, maka calon konsumen dikenakan cicilan per bulannya sebesar Rp 3,4 juta untuk masa tenor selama 20 tahun. Disamping itu, apabila sesuai dengan pernyataan Anies yang menggunakan asumsi suku bunga 5 persen, maka cicilan yang harus dibayarkan konsumen per bulannya adalah sekitar Rp 2,4 juta dengan tenor pinjaman juga 20 tahun.
(bimbim – www.harianindo.com)