Ternate – Kurang lebih sekitar 22 organisasi kepemudaan yang ada di Ternate bergabung menjadi satu guna menyatakan penolakan kehadiran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Malut. Pernyataan penolakan dari 22 ormas tersebut dilontarkan setelah menggelar rapat bersama yang digelar di Florida, Rabu (19/4/2017).

Anggota HTI
Beberapa ormas tersebut di antaranya yakni Majelis Ulama Indonesia (MUI) Malut, Muhammadiyah Kota Ternate, KBPP Polri, GP Ansor Kota Ternate, FKPPI, Pemuda Pancasila, KNPI, GMNI, HMI, KAMMI, IMM Ternate dan Ormas, OKP serta LSM lainnya.
Adnan Mahmud selaku Ketua Nahdatul Ulama (NU) Kota Ternate mengungkapkan bahwa gerakan trans nasional yang cenderung radikal di Indonesia belakangan ini memang telah meresahkan masyarakat dan mengancam keutuhan NKRI. Ia menilai bahwa HTI adalah sebuah organisasi yang secara blak-blakan hendak mengubah ideologi Pancasila Indonesia dan mengusul sistem khilafah yang merupakan bentuk perlawanan serta tindakan makar yang berakibat pada perpecahan NKRI.
“Sikap kami, menolak seluruh aktivitas dan ideologi HTI di Indonesia, termasuk di Malut,” tandasnya.
Selain itu juga, mereka menolak dengan tegas seluruh kegiatan dan propaganda HTI tentang khilafa di NKRI. Lantas mereka meminta HTI di Malut untuk dibubarkan lantaran tidak sesuai dengan kultur dan budaya di Indonesia. Disamping itu, mereka mendesak aparat keamanan untuk bertindak secara tegas terkait dengan aksi organisasi atau perorangan yang telah menyebarkan ideologi yang berakibat kepada keutuhan NKRI.
Baca Juga : Lippo Merasa Menjadi Sasaran Berita Bohong Terkait Pilkada DKI
“Kami juga minta kepada pengikut HTI agar kembali ke ajaran Islam Ahli Sunnah Waljamah,” kata Adnan.
(bimbim – www.harianindo.com)