Yerusalem – Situs suci umat Kristiani yang diyakini sebagai makam Yesus Kristus rencananya akan didandani ulang seindah penampilannya pada masa lalunya. Renovasi diketahui senilai USD 4 juta atau senilai Rp 53 miliar.

Makam Yesus
Beberapa waktu kemudian, hanya sesaat sebelum Paskah, tim restorasi asal Yunani telah menyelesaikan renovasi bersejarah pada Edicule, yaitu ruang ibadah yang secara tradisi disebut-sebut sebagai gua tempat Yesus dimakamkan dan naik ke surga.
Pagar besi berantakan yang dibangun oleh penguasa Inggris pada 1947 sudah tak ada lagi. Demikian juga jelaga hitam yang menempel pada bagian depan mezbah yang diakibatkan oleh pembakaran lilin oleh para peziarah selama beberapa dekade.
Seperti dilansir dari news.com.ai, Rabu (22/3/2017), Bonnie Burnham dari World Monuments Fund mengatakan, “Kalau intervensi tidak dilakukan sekarang, ada risiko sangat besar tempat itu bakal runtuh.”
“Ini adalah transformasi lengkap monumen tersebut.”
Lembaga tersebut pun menyediakan dana awal sebesar USD 1,4 juta dari keseluruhan restorasi yang senilai US$ 4 juta, termasuk sumbangan dari janda pendiri perusahaan rekaman Atlantic Records.
Raja Abdullah II dari Yordania dan Presiden Mahmoud Abbas dari Palestina masing-masing menyumbang sekitar 150 ribu euro, ditambah dengan donasi pribadi dan gereja-gereja, demikian menurut Burnham.
Struktur batu gamping serta pualam berdiri di pusat Gereja Makam Kudus di Yerusalem. Gereja itu adalah salah satu gereja tertua sedunia dan merupakan bangunan Abad ke-12 yang dibangun di atas reruntuhan dari Abad ke-4.
Baca juga: Hubungan Turki-Jerman Kian Memburuk, Apa Penyebabnya ?
Tempat ibadah itu memerlukan perhatian mendesak setelah bertahun-tahun terpapar faktor-faktor lingkungan yang bisa merusak semisal air, kelembaban, dan juga asap lilin yang dinyalakan para peziarah. (Yayan – www.harianindo.com)