Jakarta – Tepat 30 Desember 2009 silam, Kiai Haji Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur meninggalkan dunia di umurnya yang ke-69 tahun.

Gus Dur
Tokoh muslim ternama di Indonesia yang juga pernah menjadi presiden di tahun 1999 ini dikenal sebagai sosok luar biasa.
Sebelumnya, tahukah Anda apabila nama asli Gus Dur adalah Abdurrahmad Addakhil? Karena dianggap tidak cukup dikenal, nama belakangnya pun diganti dengan “Wahid”.
Sementara “Gus” merupakan sapaan kehormatan ala pesantren bagi anak kiai, yang artinya “abang”.
Cara mudah mengenang Gus Dur bisa jadi lewat candaannya yang khas. Gus Dur memang fenomenal.
Tidak hanya perihal terpilihnya ia menjadi presiden, padahal kita tahu beliau memiliki keterbatasan fisik, tapi juga keunikan kelakar atau candaannya yang memberi kesan tersendiri pada peraih beasiswa dari Kementerian Agama untuk studi di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, tersebut.
Prof. Dr. Mahfud MD pernah menjadi korban kelakarnya. Kala itu, Gus Dur memintanya menerima jabatan Menteri Pertahanan, namun ia menolak karena merasa tidak memiliki latar belakang terkait pertahanan negara.
“Latar belakang saya kan hukum tata negara,” sahutnya.
Tidak disangka, Gus Dur menjawab, “Kalau masalah gitu nggak perlu latar belakang. Saya aja nggak punya latar belakang presiden, tapi bisa jadi presiden!”
Atau, Anda mungkin juga pernah mendengar yang satu ini, saat Gus dur menyebut semua presiden yang pernah menjabat di Indonesia adalah pelaku KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme).
Ia pun berdalih, “Presiden pertama (Soekarno) itu saya katakan Kanan Kiri Nona. Presiden kedua (Soeharto), juga KKN, tapi yang ini Kanan Kiri Nabrak. Yang ketiga (Habibie) malah lebih parah lagi, Kecil Kecil Nekad. Yang keempat anda sudah tahu semua, yakni Kanan Kiri Nuntun. Dan yang terakhir, yang satu ini (sambil tertegun beberapa saat) Kayak Kuda Nil,” ujarnya disambut tawa 4.000-an hadirin.
Seperti Kuda Nil merupakan candaan yang beliau lontarkan untuk menggambarkan sosok Megawati yang bertubuh besar, senang berendam, sedikit gerak, serta jarang bicara. Ada-ada saja! (Yayan – www.harianindo.com)