Jakarta – Anggota Pansus RUU Terorisme dari Komisi III DPR RI, Arsul Sani pesimistis pembahasan revisi Undang-undang Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme bisa segera rampung sesuai target, yakni pada April mendatang.

Asrul Sani
Alasan Arsul pembahasan revisi UU Terorisme tak kunjung berkembang signifikan hingga memasuki masa reses ketiga di tahun ini. Ia menduga target penuntasan pembahasan RUU Terorisme akan kembali molor hingga batas waktu yang susah ditentukan.
“Kalau melihat trend pembahasan yang ada sekarang, saya tidak yakin schedule (jadwal) yang tadinya menjadi target penyelesaian, yaitu masa sidang yang akan datang (Maret hingga Mei), akan tercapai,” ujarnya pada (25/2/2017).
Menurut Arsul, pembahasan RUU Terorisme dalam dua masa sidang saja, selama ini tak mampu memberikan hasil maksimal. Makanya, Arsul menyangsikan pembahasan RUU Terorisme akan selesai pada masa sidang berikutnya.
Baca juga: Siti Aisyah Dipastikan Mendapat Pendampingan Hukum
Dia mengeluhkan kelambanan pemerintah dalam mengimbangi kinerja anggota dewan saat membahas RUU ini. Selain itu, Arsul menilai pemerintah sulit berkompromi dengan anggota Pansus RUU Terorisme.
Sebagaimana diketahui, pada 7 Februari 2017, Anggota Pansus RUU Terorisme dari Komisi I DPR RI, Hanafi Rais menuding pemerintah menghambat pembahasan regulasi ini karena perwakilannya kerap tak memenuhi undangan DPR. (Tita Yanuantari – www.harianindo.com)