Jakarta – Belum lama ini beredar sebuah informasi kesehatan lewat media sosial yang menyebutkan bahwa biji alpukat dapat membantu seseorang untuk sembuh dari penyakit ginjal, bahkan tidak perlu lagi cuci darah.
“Sakit ginjal, jangan buru buru cuci darah!!! Biji alpukat diiris kecil-kecil lalu jemur sampai kering (seperti kerupuk). Lalu digiling sampai halus, ambil serbuknya lalu buat seperti kita membuat kopi atau teh. Minum seperti kita minum kopi, 3 kali sehari. Minumlah sampai kembali normal. Tidak ada efek samping. Salam sehat. Jangan pelit berbagi ke kawan kerabat sahabat family ya. Selamat mencoba!,” demikian yang tertulis pada informasi tersebut.
Lantas apakah benar biji alpukat dapat menyebuhkan penyakit ginjal?
Menurut ahli nutrisi Leona Victoria Djajadi, MND, memang ada riset ilmiah yang mencoba mempelajari manfaat biji alpukat, namun itu baru pada tahap percobaan terhadap hewan tikus, dan belum pernah diuji pada manusia.
Pada tikus sendiri, efek ekstrak biji alpukat dapat menurunkan gula darah, tekanan darah, dan menurunkan lemak darah. Ketiga faktor ini memang diketahui berkaitan dengan penyakit ginjal. Namun biji alpukat itu sendiri tidak berkaitan langsung secara klinis dengan kesehatan ginjal.
“Jadi secara tidak langsung jika diminum akan meringankan beban kerja ginjal. Salah satu studi menyebutkan efek ini akan hilang saat biji alpukat berhenti dikonsumsi,” imbuh Victoria.
Hal senada juga disampaikan oleh nutrisionis Jansen Ongko, MSc, RD. Menurutnya, sejauh ini belum ada penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa biji alpukat bermanfaat secara langsung bagi kesehatan ginjal.
“Alpukat memang baik untuk ginjal, namun bijinya belum terbukti dengan penelitian ilmiah sehingga belum diketahui tingkat keakuratannya. Alpukat adalah sumber lemak sehat dan alami untuk orang dengan penyakit ginjal,” imbuhnya.
(samsul arifin – www.harianindo.com)