Jakarta – Front Pembela Islam (FPI) menuding pelaku pelempar bom molotov di markasnya adalah Partai Komunis Indonesia (PKI) pembaruan.

FPI
Selama ini, FPI memang terkenal sering meneriakan anti PKI. Bahkan, mereka menjadi organisasi terdepan dalam memerangi partai berlambang palu arit itu.
“Kami menduga bahwa pelakunya jelas PKI. FPI kan dari dulu sudah menjadi garda terdepan memerangi komunis. Bukan cuma komunis dari upaya kami adalah memerangi kemungkaran, LGBT, aliran sesat dan penista agama,” terang Sekretaris Jenderal Dewan Syuro DPD FPI DKI Jakarta, Novel Bamukmin, Rabu (8/2/2017).
Terkait dengan itu, Novel mengaku marah dan mengutuk perbuatan tersebut. Dia bahkan mengatakan perilaku tak bertanggungjawab ini sebagai perbuatan pengecut karena meneror organisasi masyarakat yang dimiliki umat banyak.
Melihat kejadian tersebut, FPI menduga bahwa pelaku pengeboman tersebut bukanlah perorangan tapi kelompok yang sangat terorganisir.
Meski demikian, Novel mendoakan agar pelaku dibukakan pintu hidayah agar tidak kembali menzalimi ormas Islam. Pasalnya, menurutnya, jika menzalimi FPI sama juga menzalimi alim ulama juga, karena banyaknya alim ulama terkemuka yang lahir dari kelompok ormas ini.
Baca juga: Puluhan Ribu Personel Polda Metro Jaya Bakal Disiagakan Dalam Pilkada
“Kalau melaporkan pasti karena ini kan sudah kriminal. Sudah mengancam dan membahayakan kami. Saya bingung sudah ada orang yang bertugas mengamankan kenapa bisa sampai kebobolan juga. Yang jelas menzalimi FPI itu sama juga menzalimi alim ulama. Naudzubillah min dzalik,” tutup Novel.
Terkait dengan itu, Polisi berjanji akan mengungkap pelaku pelempar bom molotov itu. Termasuk soal kecurigaan FPI kepada kelompok PKI pembaruan yang diduga sebagai aktor pengeboman. (Tita Yanuantari – www.harianindo.com)