Jakarta – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tidak mempermasalahkan jika ada pihak asing yang mengelola pulau di Indonesia. Namun, dengan catatan bahwa yang dikelola bukanlah pulau-pulau terluar Indonesia.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah
“Bukan pulau terluar, tetapi pulau terdalam,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (21/1/2017).
Jika pihak asing mengelola pulau terluar katanya akan sagat berbahaya karena sulit terawasi. Apalagi jika pulau itu kosong dalam artian semula tidak ada penduduk. Kata Fahri, bisa saja mereka membuat pangkalan militer di sana.
“Itu bahayanya, itu kesempatan orang untuk menumpuk kekuatan. Kita nggak tahu menahu, tiba-tiba sudah banyak, kita mau usir, mereka sudah punya senjata, nanti kita perang jadinya,” kata Fahri.
Baca juga: Inilah Penjelasan Mabes Polri Tentang Pemeriksaan Sylviana Murni
Pengelolaan pulau tersebut sebetulnya dalam kapasitas sewa. Pengelolaan itupun harus memberi kemaslahatan untuk masyarakat sekitar.
Sebaiknya, dia menyarankan agar pulau terluar Indonesia dijadikan basis militer atau pertahanan negara.
“Justru pulau terluar itu kita harus bangun pangkalan militer, basis TNI, dan harus dikontrol, namanya juga garis perbatasan, nggak boleh dilepas itu. Jadi prinsipnya penyewaan itu kepada pulau yang di dalam, yang di luar ya dijaga dong,” tutupnya. (Tita Yanuantari – www.harianindo.com)