Jakarta – Dana kampanye pasangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni yang dilaporkan ke KPUD Jakarta, dikritik oleh Calon gubernur Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan, pada Selasa (20/12/2016). Anies menyindir jika sumbangan dana kampanye paslon nomor urut satu tersebut diluar akal sehat.

Anies Baswedan – Sandiaga Uno
“Ya gunakan akal sehat aja,” kata Anies saat berkampanye di Kota Bambu Utara, Pal Merah, Jakarta Barat, Rabu (21/12/2016).
Meski demikian, Anies tidak menjelaskan lebih jauh mengenai pernyataannya tersebut. Hanya saja menurut Anies dana kampanye yang dilaporkan oleh pihaknya ke KPU Jakarta, apa adanya.
“Kalau kami apada adanya, gunakan akal sehat saja,” katanya.
Sebelumnya, dilihat dari laporan yang telah diserahkan ke KPU Jakarta, jumlah dana yang masuk ke pasangan calon AHY-Sylvi hanya sebesar Rp 9, 147 miliar. Diketahui bahwa dana tersebut berasal dari sumbangan perorangan yakni sebesar Rp 4.420 miliar, sumbangan perusahaan sebesar Rp 1,5 miliar, dan sumbangan empat partai politik pengusung yang jumlahnya sebesar Rp 3 miliar.
Baca Juga : Direktur Eksekutif ICRP Akui Kebijakan Ahok Sangat Menguntungkan Umat Islam
Di sisi lain, berdasarkan laporan dana kampanye tim Anies-Sandi yang diserahkan ke KPUD Jakarta, total pemasukan dana berjumlah Rp 35,6 miliar. Jumlah tersebut sebagian besar berasal dari kantong pribadi Sandiaga Uno yakni sebesar Rp 34 miliar, Partai Gerindra Rp 750 juta, PKS Rp 350 juta, dan Anies Baswedan Rp 400 juta.
(bimbim – www.harianindo.com)