Jakarta – Isu akan hadirnya reshuffle menteri kembali mencuat. Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, pun membantah kabar adanya tawaran untuk partainya mendapat jabatan menteri di pemerintahan. Gerindra, menurut Prabowo, siap membantu meski tidak dalam pemerintahan.

Prabowo Subianto
“Enggak ada tuh belum, dan saya sudah bilang bagi kita yang penting kalau negara dalam keadaan susah, Gerindra pasti akan membantu Pemerintah,” kata Prabowo usai Rapat Kader Gerindra di JiExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (8/1/2017).
Prabowo mengungkapkan, yang terpenting saat ini sebagai nasionalis harus kompak.
Kekompakan itu misalnya, bisa dilihat saat pemilihan kepala daerah sekarang ini. Dalam pemilihan seharusnya diutamakan demokrasi dan dihindari kampanye negatif.
Begitupula dalam pemerintahan, perlu ada pihak check and balance sebagai bagian dari demokrasi. Gerindra kata dia siap jadi pihak pengkritik namun tetap sejalan dengan pemerintah untuk menciptakan kehidupan yang baik bagi bangsa.
Jika belakangan ini Prabowo dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlihat mesra, hal itu bukanlah karena ada tawaran untuk masuk pemerintah. Berkawan baik, kata Prabowo, adalah yang terpenting.
“Jadi sudahlah itu enggak perlu kalian spekulasi, jangan-jangan hoax lagi dijanjiin empat kursi, delapan kursi,” tutur Prabowo.
Penegasan itu sekaligus membantah pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono. Dia mengkalim partainya ditawari empat menteri di pemerintahan yakni Menkopolhukam, Mentan, Menaker dan Kepala Staf Kepresidenan.
Baca juga: Buni Yani Kembali Jalani Pemeriksaan Senin 9 Januari 2017
“Ya saya enggak tahu dia dapat dari mana, mungkin dia mau jadi menteri,” ujar Prabowo. (Yayan – www.harianindo.com)