Jakarta – PDI Perjuangan akan memberikan sanksi berat berupa pemecatan kepada calegnya yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembakaran 15 kotak suara di Jambi.
“Tadi diskusi di fraksi bahkan ada yang mengusulkan harus langsung dipecat, karena membakar dokumen negara. Dokumen ini penting untuk mendukung kebijakan real count PDIP sendiri dan KPU. Jadi menurut kami ini serius kesalahannya,” kata Sekretaris Bidang Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP, Eva Kusuma Sundari, kepada wartawan, Senin (22/4/2019).
Evi sendiri megaku kaget karena pelaku merupakan caleg PDIP.
“Kami kaget ya, karena dia hanya memikirkan dirinya sendiri. Sementara kita yang sedang menjaga suasana karena kemenangan kita dan pilpres jadi terganggu karena tindakan yang menurut saya egois,” ujarnya.
Evi berharap hal ini tidak ditiru oleh caleg lainnya karena Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah meminta agar menempuh jalur hukum bila menemukan kecurangan dalam Pemilu 2019.
“Saya berharap ini tidak diikuti caleg lain yang kecewa dengan hasil dan administrasi penghitungan suara. Silakan menempuh jalur hukum. Itu yang diperintahkan Bu Mega ketika kita diminta memenangkan tapi sesuai dengan konstitusi,” tegas Eva.
Sebelumnya, Polda Jambi telah mengamankan tiga orang tersangka kasus pembakaran kotak suara di Desa Koto Padang, Sitinjau Laut, Kota Sungai Penuh, Jambi.
“Ya ini masih dalam pemeriksaan kita,” kata Direktur Kriminal Umum Polda Jambi, AKBP Edi Faryadi, Senin (22/4/2019).
(samsularifin – www.harianindo.com)