Washington – Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump, salah satunya berisi isu hubungan dunia Islam dan dunia Barat.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Pendiri FPCI Dino Patti Djalal, dalam pembacaan surat terbuka tersebut, mengatakan bahwa kualitas hubungan dunia Islam dan dunia Barat adalah kunci bagi perdamaian dunia, yang apabila salah dalam mengambil keputusan maka akan membawa penderitaan. Namun apabila tepat, maka akan membawa kesejahteraan.
Sebagaimana diberitakan AFP pada Jumat (20/1/2017), Dino juga menyebutkan bahwa Islam merupakan agama yang besar, hal tersebut bisa dilihat dari 1,6 miliar penduduk dunia beragama Islam. Islam menjadi salah satu agama dengan pertumbuhan tercepat di Amerika Serikat. Untuk itu, FPCI berharap Presiden Trump melihat Islam dengan penilaian terbaik dan bijaksana.
Selain itu, FPCI mendorong agar Presiden Trump nantinya tetap bekerja untuk mewujudkan solusi dua negara Palestina dan Israel, dan tidak memundurkan upaya perdamaian tersebut.
Baca juga: Delegasi Militer Qatar Bakal Memperlajari Sistem Persenjataan Strategis Indonesia
Karena itu, dia juga mengatakan bahwa ide memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem justru akan menimbulkan persoalan yang lebih besar dari rakyat Palestina dan semakin memperkeruh proses perdamaian di masa depan.
“Kemampuan anda untuk bekerja mewujudkan perjanjian damai yang permanen Palestina-Israel dan pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat akan menjadi warisan terbesar anda dan yang paling berharga yang anda berikan untuk perdamaian dunia dan kemanusiaan,” katanya. (Tita Yanuantari – harianidno.com)